Lombok Tengah, NTB (Berita Bumigora) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Sarai, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Negara (Pembangunan Internasional) di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Kunjungan tersebut, menandai babak baru penguatan hubungan kerja sama antara NTB dan Kanada yang berorientasi pada kemitraan strategis yang saling menguntungkan (9/1/2025).
Kedatangan Menteri Randeep Sarai bersama rombongan disambut secara resmi jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dilanjutkan dengan jamuan makan malam di Pendopo Gubernur NTB sebagai bentuk penghormatan dan sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi NTB. Kunjungan kerja Menteri Randeep Sarai dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Januari 2026. Salah satu agenda utama adalah pertemuan bilateral antara Pemerintah Provinsi NTB dan delegasi Kanada yang dilaksanakan di Bank NTB Syariah, dengan durasi pertemuan sekitar satu jam.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas penguatan kerja sama yang tidak lagi berfokus pada skema bantuan semata, melainkan pada pola kemitraan (partnership) yang setara dan berkelanjutan. Fokus pembahasan meliputi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor kesehatan, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan NTB.
Selain itu, peluang kolaborasi di bidang energi bersih, hilirisasi industri pangan, dan pengembangan mineral menjadi agenda penting dalam diskusi. Pemerintah Provinsi NTB juga memaparkan potensi daerah di sektor pariwisata, industri pangan, pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan.
NTB turut menawarkan data dan peluang investasi terkait populasi ternak, suplai hasil perikanan, serta komoditas unggulan seperti Jagung yang menjadi perhatian Kanada. Pemerintah Provinsi NTB berharap kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dapat menjadi pintu masuk bagi terwujudnya kerja sama konkret dan program strategis antara NTB dan Kanada, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai mitra internasional dalam pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau.