Selama 11 tahun berdiri, Ponpes NU IMK terus berkontribusi dalam membangun peradaban pesantren di era digital dengan tetap menguatkan tradisi keulamaan serta mengembangkan inovasi pendidikan.
Setiap peringatan Haul dan Harlah, Ponpes IMK selalu menghadirkan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, satu agenda yang tidak pernah ditinggalkan adalah Uji Publik Tahfidz. Pada Harlah ke-11 ini, kegiatan tersebut dirangkai dengan Uji Publik Tahfidzul Qur’an, Uji Publik Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Uji Publik Kitab Kuning.
Pihak pesantren saat ini juga mulai merintis dan mengklasifikasi jurusan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Kitab Kuning agar santri dan santriwati dapat belajar secara lebih fokus dan terarah.
Menariknya, hampir di seluruh jurusan tersebut, santri dan santriwati Ponpes NU IMK kerap menorehkan prestasi pada berbagai ajang lomba, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
Dihadiri Pejabat dan Tuan Guru
Momentum Harlah dan Haul ke-11 ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya perwakilan Kanwil Kemenag NTB, pejabat tinggi Polda NTB mewakili Kapolda, Kepala Kemenag Lombok Barat H. Haryadi Iskandar, Anggota DPRD Lombok Barat Ali beserta jajaran, FKSPP Lombok Barat, para tuan guru, serta ratusan orang tua wali santri.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai atraksi yang ditampilkan oleh santri dan santriwati. Mulai dari kesenian hadrah, bela diri silat PSHT, hingga pidato tiga bahasa yang disuguhkan di hadapan para tamu undangan dan wali santri.
Mengusung tema “Memperkuat Tradisi, Membangun Peradaban”, Ponpes NU IMK menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi para ulama dan orang-orang terdahulu, seperti zikir, tahlil, dan haul, sebagai bagian dari identitas pesantren.
“Hari ini kita Hultah Ponpes Ijtihadul Mu’minin ke 11 dan Haul orang tua kami dan masyarakat di sekitar,” kata Sahibudin S.Hi., MH., selaku Muridul Am Ponpes NU IMK.
Uji Publik Jadi Daya Tarik Santri Baru
Ia menjelaskan, setiap peringatan Haul dan Harlah, Ponpes NU IMK selalu menggelar Uji Publik sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban pendidikan kepada masyarakat.
Puluhan santriwati mengikuti uji publik di empat jurusan di hadapan tamu undangan dan orang tua. Hasilnya, seluruh peserta mampu menyelesaikan uji publik dengan baik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan hasil pendidikan santri kepada orang tua selama menempuh pendidikan di Ponpes IMK, serta menjadi daya tarik bagi calon santri dan santriwati baru.
“Ini sebagai daya tarik, karena kami baru merintis jurusan ini. Kami berharap santri santriwati bisa bertambah. Harapan kami ked epan ponpes ini memiliki gedung khusus, asrama khusus mulai dari Tahfidzul Qur’an, kitab kuning, dan Camp Bahasa,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sahibudin berharap tiga jurusan yang dikembangkan tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi santri dan santriwati ketika terjun ke tengah masyarakat.
‘’Dengan belajar Usul Fiqih, mereka cepat mengambil dalil-dalil tersebut. Mereka mampu menggali dengan Kitab Kuning. Selain itu mereka mampu berbahasa terutama bahasa Arab untuk mampu memahami kitab Kuning. Dan mereka juga bisa Bahasa Inggris,’’ ujarnya.