![]() |
| Belum Masuk Pendopo, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Lokasi Banjir Rob Ampenan, 3 Rumah Hanyut Disapu Ombak |
Usai melakukan kunjungan kerja dari Pulau Sumbawa, Gubernur Iqbal belum sempat menuju Pendopo. Orang nomor satu di NTB itu langsung bergerak ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi ombak tinggi serta kerusakan rumah warga akibat terjangan gelombang laut.
Di lokasi, Gubernur Iqbal berdialog langsung dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma, warga RT 03 Lingkungan Bugis. Warga berharap adanya penanganan cepat dari Pemerintah Provinsi NTB, baik untuk perbaikan rumah yang rusak maupun solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, mengungkapkan bahwa gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari hingga dini hari, dengan ketinggian ombak diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter.
“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya”, ujarnya.
Menurut Suherman, dampak terparah dialami oleh enam rumah warga. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dilaporkan hanyut sepenuhnya, sementara tiga lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni.
“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan. Rumah penduduk yang paling parah itu enam rumah”, imbuhnya.
Warga terdampak berharap adanya kepastian penanganan, khususnya terkait tempat evakuasi. Rencana relokasi ke rumah susun sejatinya telah disiapkan, namun keterbatasan kapasitas membuat proses tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Relokasi bersifat sementara sambil menunggu solusi permanen.
Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan kolaboratif untuk mengantisipasi risiko serupa di masa mendatang. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat.
Di sela peninjauan, Gubernur NTB juga menyempatkan diri berbincang santai dengan warga sembari minum kopi. Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada, mengingat prediksi BMKG menyebutkan potensi hujan dan angin kencang masih berlangsung hingga 26 Januari 2026.
