![]() |
| Akhirnya Mulus! Jalan Simpang Pototano KSB Rampung, Gubernur NTB Pastikan Jalur Logistik Vital Kini Aman |
Sejak tahun 2017, kondisi jalan tersebut sering dikeluhkan masyarakat karena sistem drainase yang kurang memadai, sehingga air hujan kerap menggenangi badan jalan. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas aspal, mengingat air menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan.
Meski masih dapat dilalui, kondisi jalan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025, Pemprov NTB akhirnya melakukan penanganan serius dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar. Proyek tersebut dikerjakan selama kurang lebih tiga setengah bulan dan dinyatakan rampung pada 31 Desember 2025.
Selain perbaikan badan jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan sistem drainase serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Hasilnya, ruas jalan di Desa Pototano kini menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu memperlancar mobilitas serta arus transportasi masyarakat.
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan peresmian jalan tersebut dilakukan saat dirinya melakukan perjalanan dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui Pototano. Ia mengakui, sebelumnya kondisi jalan berada dalam keadaan rusak dan tidak dapat digunakan secara optimal.
“Alhamdulillah, hari ini jalan Simpang Pototano sepanjang kurang lebih 4 kilometer sudah sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya badan jalan yang diperbaiki, tetapi fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga sudah berfungsi”, ujar Gubernur Iqbal.
Gubernur menjelaskan bahwa secara teknis pekerjaan telah diselesaikan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan. Meski demikian, terdapat tantangan kondisi geologis pada salah satu titik jalan yang sempat beberapa kali mengalami ambruk. Titik tersebut telah ditangani oleh kontraktor dan akan terus diawasi selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan.
“Selama masa pemeliharaan, apabila terjadi gangguan atau kerusakan, itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk diperbaiki”, tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, drainase jalan tidak akan bekerja maksimal apabila saluran di lingkungan sekitar tidak dibersihkan dari sedimentasi dan sampah.
“Kalau drainase lingkungan tidak dibereskan, air bisa tertahan di saluran utama dan berpotensi menggenangi permukiman. Karena itu perlu kerja bersama”, tandasnya saat turun langsung mengecek drainase jalan, Kamis (22/1/2026).
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa total panjang jalan di Pulau Sumbawa mencapai sekitar 965 kilometer, sementara kemampuan anggaran pemerintah terbatas. Oleh sebab itu, Pemprov NTB memprioritaskan penanganan jalan-jalan yang sudah tidak dapat dilalui, khususnya yang memiliki fungsi strategis.
Kawasan Pototano menjadi salah satu prioritas utama karena merupakan jalur logistik vital yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pelabuhan Pototano dan Pulau Lombok. Jalur ini dinilai sangat penting dalam mendukung keamanan, ketahanan pangan, serta distribusi barang dan jasa. Penanganan serupa juga dilakukan di Dasan Geres, Lombok Timur, serta sejumlah titik lain yang memiliki fungsi logistik penting.
Ke depan, Pemprov NTB akan mulai memfokuskan penanganan infrastruktur pada jalur-jalur pariwisata, setelah jalur logistik utama tertangani. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus penguatan sektor pariwisata melalui infrastruktur publik yang memadai.
“Kita berharap penanganan jalan ini benar-benar permanen agar permasalahan yang sama tidak terulang. Dengan do’a dan dukungan semua pihak, semoga jalan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan mendukung akses ke kawasan wisata”, pungkasnya.
