RPJMDES 2025-2026, Desa Pengenjek Prioritaskan Pelatihan Digital Marketing

RPJMDES 2025-2026, Desa Pengenjek Prioritaskan Pelatihan Digital Marketing

Lombok Tengah, NTB (Berita Bumigora) - Pemerintah Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kabupaten, Lombok Tengah menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) 2025-2026 beberapa hari yang lalu.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna desa setempat.

Dalam forum yang dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, kepala dusun, tokoh agama dan tokoh masyarakat mendorong lahirnya anak-anak muda bertalenta dalam digital marketing.

Karena itu, Kepala Desa Pengenjek Khairudin akan meluncurkan program Pelatihan Digital Marketing (PDM) pada tahun 2026.

Dalam pelatihan itu nantinya akan menggandeng praktisi digital marketing untuk mendorong para peserta agar memanfaatkan teknologi dan internet guna mengembangkan bisnis UMKM secara online maupun offline.

Selain menuntaskan RPJMDES sebelumnya, adapun beberapa poin-poin usulan pada RPJMDES tersebut yang akan menjadi prioritas diantaranya:

- Infrastruktur

- Paningkatan kapasitas jalan usaha tani

- Pemberdayaan masyarakat 

- Pelatihan digital marketing dan lainya.

“Online marketing begitu bagi Gen Z, yang Alhamdulillah di Dusun kita sudah menjadi tren di anak-anak muda dan juga hasil dampak positifnya sudah ada hasil. Sehingga desa akan coba melakukan itu kedepan di 2026 agar adik-adik kita bisa mengikuti langkah-langkah atau usaha lain agar generasi kita menjadi generasi yang siap berkompetisi di dunia yang serba online," kata Kades Pengenjek Khairudin usai acara.

Lebih lanjut, dalam pelatihan itu nantinya para peserta akan diberikan pengetahuan dan bimbingan dalam dunia marketing.

"Nanti kita akan undangkan para ahli yang memiliki kemampuan dibidang digital marketing," jelas Aeng panggilan akrabnya.

Selain itu ia menambahkan, pelatihan ini menjadi salah satu bagian untuk mempersiapkan generasi yang siap bersaing di platform digital, terlebih  banyaknya anak-anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk melakukan penjualan hasil karya-karya seni. Dirinya juga meminta agar anak-anak muda di desa setempat agar mempersiapkan diri dan mempertajam skil-skil yang dimiliki.

"Pengenjek ini sudah masuk sebagai desa bisnis. Kalau kita liat dari data kases permodelan perbankan desa pengenjek termasuk desa pengakses terbesar di kecamatan Jonggat. Sehingga usaha -usaha sekarang itu perlu kita moderenisasi menggunakan medsos untuk meningkatkan hasil jual," tutupnya.